Sabtu, 26 November 2011

Metodologi Penelitian


                                                                                                                             I.         KERANGKA BERFIKIR LMIAH
Mardalis (1999) dalam Santosa (2007), menyatakan bahwa manusia mempunyai rasa ingin tahu tentang segala sesuatu. Hal yang membawa manusia ketingkat yang lebih baik dan lebih maju dari satu masa ke masa berikutnya.
Beberapa pakar menyatakan bahwa : (1) bahwa manusia itu mempunyai rasa ingin tahu, sedangkan di luar dirinya ada beberapa kejadian yang meransang. Kejadian yang meransang itulah merupakan persoalan (masalah). Hubungan antara ransangan dari luar dan hasrat ingin tahu itu merupakan penyebab manusia melakukan penyelidikan , dan (2) bahwa pada diri manusia ada kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan itu hanya bisa dicapai apabila ada pengetahuan tentang kebutuhan itu, maka diadakan penyelidikan guna mengetahui kebutuhan tersebut.
Akal budi dan sifat ingin tahu manusia, mendorongnya untuk melakukan penelitian, mengkaji fenomena yang terjadi di sekitarnya, melakukan pertimbangan, mengambil keputusan/kesimpulan dan melakukan evaluasi.

Pengetahuan (Knowledge) secara normatife, defenisi pengetahuan paling tidak meliputi :
·         Fakta, informasi, dan kemampuan yang diperoleh melalui pengalaman atau pendidikan
·         Pemahaman secara teoritis atau praktis suatu bidang (studi), apa yang diketahui mengenai suatu bidang tertentu atau berkait dengan bidang-bidang lain secara keseluruhan
·         Fakta, informasi, dan kesadaran atau pengenalan yang diperoleh dari pengalaman menghadapi suatu fakta atau situasi
Pengetahuan diperoleh manusia, bersumber dari :
1.      Panca indra
2.      Perasaan
3.      Pikiran / rasio
4.      Intuisi
5.      Wahyu
Berdasarkan fungsi/kegunaannya, pengetahuan ada tiga macam, yaitu :
1.      Etika, agama, dan moral
ð  Membahas baik dan buruk
2.      Estetika dan seni
ð  Membahas indah dan jelek
3.      Logika, rasio, dan hasil pemikiran
ð  Membahas masalah benar dan salah
Pengetahuan hasil pemikiran ini bersifat objektif dan bisa diterima setiap orang, hal inilah yang menjadi kajian ilmu, yaitu untuk mencari kebenaran.
Macam-macam kebenaran ilmiah :
1.      Kebenaran koherensi
ð  Suatu pernyataan dianggap benar jika pernyataan tersebut koheren atau konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
Contoh : Semua mahasiswa Unand membayar SPP. Ali mahasiswa Unand, Ali membayar SPP.
2.      Kebenaran korespondensi
ð  Suatu pernyataan dianggap benar jika materi pengetahuan yang terkandung dalam pernyataan tersebut berhubungan atau mempunyai korespondensi dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
Contoh : Unand di Padang
3.      Kebenaran pragmatis
ð  Suatu pernyataan dianggap benar jika pernyataan tersebut mempunyai fungsional dalam kehidupan praktis.
Macam-macam kebenaran non ilmiah menurut Nazir (2005), yaitu :
1.      Kebenaran secara kebetulan
Penemuan kebenaran secara kebetulan tidak lain dari takdir Allah. 
2.      Kebenaran secara common sense (akal sehat)
Common sense merupakan serangkaian konsep atau bagan konsepsual yang memuaskan untuk digunakan secara praktis. Kebenaran yang diperoleh melalui common sense sangat dipengaruhi oleh kepentingan yang menggunakannya.
3.      Kebenaran melalui wahyu
Kebenaran melalui wahyu merupakan kebenaran mutlak, wahyu datangnya dari Allah melalui Rasul dan Nabi.
4.      Kebenaran secara intuitif
Kebenaran dengan intuisi diperoleh secara cepat sekali melalui proses luar sadar tanpa menggunakan penalaran dan proses berfikir, ataupun melalui suatu renungan. Kebenaran yang diperoleh secara intuisi sukar dipercaya, karena kebenaran ini tidak menggunakan langkah yang sistematis untuk memperolehnya.
5.      Kebenaran secara trial and error
Bekerja secara trial dan error adalah melakukan sesuatu secara aktif dengan mengulang-ulang pekerjaan tersebut berkali-kali dengan menukar cara dan materi. Pengulangan tersebut tanpa dituntun oleh suatu petunjuk yang jelas sampai seseorang menemukan sesuatu. Penemuan dengan trial dan error memakan waktu yang lama, memerlukan biaya yang tinggi, dan selalu dalam keadaan meraba-raba.
6.      Kebenaran melalui spekulasi
Penemuan spekulasi sedikit lebih tinggi tarafnya dari penemuan cara trial dan error. Jika dalam penemuan cara trial dan error tidak mempunyai panduan sama sekali, maka dalam penemuan dengan spekulasi, seseorang dibimbing oleh suatu pertimbangan.
7.      Kebenaran karena kewibawaan
Kebenaran ada kalanya diterima karena dipengaruhi oleh kewibawaan seseorang. Pendapat dari seorang ilmuwan yang berbobot tinggi ataupun yang mempunyai ototita dalam suatu bidang ilmu dan mempunyai banyak pengalaman, sering diterima begitu saja tanpa perlu uji kebenaran terlebih dahulu, kebenaran tersebut diterima karena wibawa saja. Ada kalanya kebenaran karena kewibawaan setelah diuji ternyata tidak benar sama sekali, umumnya kebenaran karena kewibawaan didasarkan logika saja.

                                                                                                                                                           II.         PENELITIAN

2.1   Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah merupakan usaha untuk memperoleh fakta-fakta atau mengembangkan prinsip-prinsip (menemukan/mengembangkan/munguji kebenaran) dengan cara mengumpulkan, mencatat, dan menganalisa data (informasi/keterangan), yang dikerjakan dengan sabar, hati-hati, sistematis dan berdasarkan ilmu pengetahuan dengan metode ilmiah (Zahra, 2010).
Sifat dan ciri penelitian :
a.       Pasif, hanya ingin memperoleh gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan
b.      Aktif, ingin memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesa
Posisi penelitian pada umumnya adalah menghubungkan :
a.       Keinginan manusia
b.      Permasalahan yang timbul
c.       Ilmu pengetahuan
d.      Metode ilmiah.
Penelitian merupakan salah satu cara manusia untuk memperoleh pengetahuan (menjadi tahu tentang sesuatu). Cara lain yang lebih tradisional adalah : melalui pengalaman (orang menjadi tahu setelah mengalami sendiri), otoritas (diberi tahu oleh orang yang memiliki otoritas di bidang itu), proses berfikir deduktif dan induktif.
·         cara berfikir deduktif (proses berfikir yang bertolak dari pernyataan yang bersifat umum ke pernyataan yang bersifat khusus/spesifik),
·         cara berfikir induktif (proses berfikir yang berangkat dari pengamatan hal-hal yang spesifik untuk kemudian menarik kesimpulan yang besifat umum).
Penelitian merupakan cara untuk memperoleh informasi (biasa disebut data) yang berguna dan dapat dipertanggung jawabkan. Tujuannya adalah untuk menemukan jawaban atas persoalan yang berarti, melalui penerapan prosedur ilmiah.
Hal-hal yang berkaitan dengan penelitian ilmiah diutarakan oleh Nasution (2003) dalam Santosa (2007) sebagai berikut :
  1. ilmiah berarti menggunakan metode dan prinsip-prinsip science, yaitu sistematis dan eksak, atau menggunakan metode penelitian yang mentes (menguji) hipotesis secara empiris
  2. arti empiris adalah didasarkan atas data yang diperoleh melalui observasi
  3. science bersifat obyektif
  4. science (ilmu pengetahuan) adalah akumulasi pengetahuan yang sistematis
  5. pandangan science
a.       segala pengetahuan bersifat sementara atau tentative, yang dapat berubah bila ditemukan data baru
b.      science adalah metode analisis dan mengemukakan penemuannya dengan hati-hati dalam bentuk “jika…..maka…..”
  1. fakta adalah observasi yang dapat dibuktikan secara empiris
  2. teori menunjukan hubungan antara fakta-fakta, menyusun fakta-fakta dalam bentuk sistematis sehingga dapat dipahami
  3. fungsi teori :
a.       mengarahkan perhatian / member orientasi atau arah pada penelitian, dengan demikian membatasi fakta-fakta yang harus dipelajari dari dunia kenyataan yang luas
b.      merangkum pengetahuan, teori merangkum fakta-fakta dalam bentuk generalisasi yang serba kompleks dengan membentuk system-sistem pemikiran ilmiah
c.       meramalkan fakta, dengan teori dicoba meramalkan kejadian-kejadian yang akan dating dengan mempelajari kondisi-kondisi yang menuju kepada kejadian itu
  1. peranan fakta
a.       dapat merupakan alasan untuk menolok teori yang ada
b.      menyebabkan lahirnya teori baru
c.       member dorongan untuk mempertajam atau memperhalus rumusan teori yang telah ada
  1. science tidak mencari kebenaran mutlak
2.2  Jenis-jenis Penelitian
1.      Berdasarkan hasil/alasan yang diperoleh
a.       Basic Research (Penelitian Dasar), mempunyai alasan intelektual, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan
b.      Applied Research (Penelitian Terapan), mempunyai alasan praktis, keinginan untuk mengetahui, bertujuan agar dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, efektif, efisien.
2.      Berdasarkan bidang yang diteliti
a.       Penelitian sosial, secara khusus meneliti bidang sosial, ekonomi, pendidikan, hukum, dan sebagainya.
b.      Penelitian eksakta, secara khusus meneliti bidang eksakta, kimia, fisika, teknik, dan sebagainya
3.      Berdasarkan tempat penelitian
a.       Field Research (Penelitian Lapangan), langsung di lapangan)
b.      Library Research (Penelitian Kepustakaan), dilaksanakan dengan menggunakan literature (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya
c.       Laboratory Research (Penelitian laboratorium), dilaksanakan pada tempat tertentu atau laboratorium, biasanya bersifat eksperimen atau percobaan
4.      Berdasarkan tipenya
a.       Penelitian Historis
Bertujuan untuk mendeskripsikan apa yang telah terjadi pada masa lampau
b.      Penelitian eksploratif / penjajakan
Bertujuan : a). untuk mencari hubungan-hubungan yang baru yang terdapat pada suatu permasalahan yang luas dan kompleks, dan b). untuk mengumpulkan data sebanyak-sebanyaknya
c.       Penelitian deskriptif
Bertujuan : a). untuk mendeskripsikan hal yang saat ini berlaku (atau memperoleh informasi mengenai keadaan saat ini), dan b). untuk melihat kaitan antara variabel-variabel yang ada.
d.      Penelitian eksperimen
Bertujuan untuk menjelaskan apa yang akan terjadi bila variabel tertentu dikontrol atau dimanipulasi secara tertentu. Penelitian eksperimen merupakan penelitian pengujian hipotesis untuk mendapatkan hubungan sebab akibat di antara variabel yang diteliti.

Penelitian ilmiah menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (mengemukakan pokok-pokok pikiran, menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah atau meyakinkan. Ada dua kriteria dalam menentukan kadar atau tingkat rendahnya mutu ilmiah suatu penelitian, yaitu :
1.      Kemampuan memberikan pengertian yang jelas tentang masalah yang diteliti
2.      Kemampuan untuk meramalkan, sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabila data yang sama ditemukan di tempat atau waktu lain.
Ciri-ciri penelitian ilmiah :
a.       Purposiveness, fokus tujuan yang jelas
b.      Rigor, teliti, memiliki dasar teori dan disain metodologi yang baik
c.       Testibility, prosedur pengujian hipotesis jelas
d.      Replicability, pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis
e.       Objectivity, berdasarkan fakta dari data aktual, tidak subjektif dan emosianal
f.        Generalizability, semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin bagus
g.       Precision, mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat
h.      Parsimony, kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode penelitiannya.
2.3 Tujuan Penelitian
Secara umum ada empat tujuan utama :
1.      Tujuan Exploratif ( Penemuan ) : menemukan sesuatu yang baru dalam bidang tertentu
2.      Tujuan Verifikatif (Pengujian) : menguji kebenaran sesuatu dalam bidang yang telah ada
3.      Tujuan Developmental (Pengembangan) : mengembangkan sesuatu dalam bidang yang telah ada
4.      Penulisan karya ilmiah (Skripsi, Tesis, Disertasi)
2.4 Peranan Penelitian
Penelitian mempunyai peranan sebagai berikut :
1.      Pemecahan masalah, meningkatkan kemampuan untuk menginterpretasikan fenomena-fenomena dari suatu masalah yang kompleks dan kait-mengkait
2.      Memberikan jawaban atas pertanyaan dalam bidang yang diajukan, meningkatkan kemampuan untuk menjelaskan atau menggambarkan fenomena-fenomena dari masalah tersebut
3.      Mendapatkan pengetahuan atau ilmu baru
2.5 Persyaratan Penelitian
Persyaratan penelitian sebagai berikut :
1.      Mengikuti konsep ilmiah
2.      Sistematis atau pola tertentu
3.      Terencana

Penelitian dikatakan baik, apabila :
1.      Purposiveness, tujuan yang jelas
2.      Exactitude, dilakukan dengan hati-hati, cermat, dan teliti
3.      Testability, dapat diuji atau dikaji
4.      Replicability, dapat diulang oleh peneliti lain
5.      Precision and confidance, memiliki ketepatan dan keyakinan jika dihubungkan dengan populasi atau sampel
6.      Objectivity, bersifat objektif
7.      Generalization, berlaku umum
8.      Parismony, hemat (tidak berlebihan)
9.      Consistency, kata atau ungkapan yang digunakan harus selalu sama bagi kata/ungkapan yang memiliki arti sama
10.  Coherency, terdapat hubungan yang saling menjalin antara satu bagian dengan bagian lainnya.

2.6 Etika Penelitian
Menurut Siregar (2010, etika mencakup norma untuk berprilaku, memisahkan apa yang seharusnya dilakukan dan apa seharusnya tidak boleh dilakukan.
a.       Kejujuran
Jujur dalam mengumpulkan bahan pustaka, pengumpulan data, pelaksanaan metode dan prosedur penelitian, publikasi hasil. Jujur pada kekurangan atau kegagalan metode yang dilakukan. Menghargai rekan penelitian, tidak boleh mengklaim pekerjaan orang lain.
b.      Obyektivitas
Upayakan minimalisasi kesalahan/bias dalam rancangan percobaan, analisis dan interpretasi data, penilaian ahli/rekan peneliti, keputusan pribadi, pengaruh pemberi dana/sponsor penelitian. 
c.       Integritas
Tepati selalu janji dan perjanjian, lakukan penelitian dengan tulus, upayakan selalu menjaga konsistensi pikiran dan perbuatan.
d.      Ketelitian
Berlaku teliti dan hindari kesalahan karena ketidakpedulian, secara teratur catat pekerjaan yang dilakukan, misalnya kapan dan dimana pengumpulan data dilakukan, catat alamat korespondensi responden, jurnal atau agen publikasi lainnya.
e.       Keterbukaan
Secara terbuka, saling berbagi data, hasil, ide, alat dan sumber daya penelitian, terbuka terhadap kritik dan ide-ide baru.
f.        Penghargaan terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)
Perhatikan paten, copyrights, dan bentuk hak-hak intelektual lainnya. Jangan gunakan data, metode, atau hasil yang belum dipublikasikan tanpa izin penelitinya. Tuliskan nara sumber semua yang  memberikan kontribusi pada riset yang dilakukan, jangan pernah melakukan plagiasi.
g.       Penghargaan terhadap Kerahasiaan (Responden)
Bila penelitian menyangkut data pribadi, kesehatan, catatan kriminal atau data lain yang oleh responden dianggap sebagai rahasia, maka peneliti harus menjaga kerahasiaan data tersebut.
h.      Publikasi yang terpercaya
Hindari mempublikasikan penelitian yang sama berulang-ulang ke berbagai media (jurnal, seminar).
i.        Pembinaan yang konstruktif
Membimbing, memberi arahan dan masukan pada mahasiswa atau peneliti muda.
j.        Penghargaan terhadap kolega atau rekan kerja
Hargai dan perlakukan rekan penelitian dengan semestinya. Bila penelitian dilakukan oleh satu tim akan dipublikasikan, maka peneliti dengan kontribusi terbesar ditetapkan sebagai penulis pertama (first author), sedangkan yang lain menjadi penulis kedua (co-author(s)), biasanya urutan menunjukkan besarnya kontribusi anggota tim dalam penelitian.
k.      Tanggung jawab sosial
Upayakan penelitian yang dilakukan berguna demi kemaslahan masyarakat, meningkatkan taraf hidup, memudahkan kehidupan dan meringankan beban hidup masyarakat. Bertanggung jawab mendampingi masyarakat yang ingin mengaplikasikan hasil penelitian.
l.        Tidak melalukan diskriminasi
Hindari melakukan pembedaan perlakuan pada rekan kerja karena alasan jenis kelamin, ras, suku, dan faktor-faktor lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kompetensi dan integritas ilmiah.
m.    Kompetensi
Tingkatkan kemampuan dan keahlian meneliti melalui pendidikan dan pembelajaran seumur hidup, secara bertahap tingkatkan kompetensi sampai taraf pakar.
n.      Legalitas
Pahami dan patuhi peraturan institusional dan kebijakan pemerintah yang terkait dengan penelitian yang dilakukan.
o.      Rancang pengujian dengan hewan percobaan dilakukan dengan baik
Bila penelitian memerlukan hewan percobaan, maka percobaan harus dirancang sebaik mungkin, tidak dengan gegabah melakukan percobaan.
p.      Mengutamakan keselamatan manusia
Bila harus menggunakan manusia untuk menguji penelitian, maka penelitian harus dirancang dengan teliti, efek negatife harus diminimalkan, manfaat dimaksimalkan, hormati harkat manusia, privasi dan hak obyek penelitian, siapkan pencegahan dan pengobatan bila sampel menderita efek negatife dari penelitian.

2.7 Tahapan Penelitian
Dalam pelaksanaannya, terutama di bidang pendidikan, penelitian mempunyai beberapa tahapan:
1.      Tahap memilih masalah penelitian
Penelitian dimulai dengan suatu pertanyaan yang menyangkut persoalan yang cukup penting untuk dijadikan masalah penelitian. Masalah tersebut harus merupakan masalah yang dapat dijawab melalui penyelidikan ilmiah (Pertanyaan “Apakah kita perlu memberikan pendidikan seks di Sekolah Dasar?” adalah contoh pertanyaan yang tidak dapat dijawab secara ilmiah karena menyangkut keyakinan dan nilai-nilai.) Selain itu, masalah tersebut harus juga merupakan masalah yang belum ada jawabnya (belum terjawab), tetapi sarana untuk mencari jawaban itu, yakni melalui pengumpulan dan analisa data, dapat diperoleh.
2.      Tahap analisis
Sesudah masalah yang akan diteliti didefinisikan, tahap berikutnya adalah tahap analisis. Tahap ini memerlukan pengkajian yang mendalam atas hasil-hasil penelitian sebelumnya, yang mungkin telah dilakukan tentang masalah tersebut. Pembahasan hasil penelitian yang terkait ini sangat diperlukan guna memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai masalah penelitian tersebut, serta agar dapat memberikan latar belakang bagi perumusan hipotesis yang merupakan aspek penting dari tahap analisis ini.
3.      Tahap memilih strategi penelitian dan membuat/memilih instrument
Masalah penelitian yang dipilih akan menentukan metode penelitian yang harus digunakan. Ada masalah yang memerlukan eksperimen, ada pula yang mungkin dapat diatasi dengan memakai strategi penelitian deskriptif. Berikutnya, pemilihan metode penelitian akan mempengaruhi penyusunan rancangan penyelidikan dan prosedur pengukuran variabel. Alat pengukur variabel ini mungkin sudah tersedia dan merupakan alat pengukur baku, atau bisa juga masih harus dikembangkan dulu oleh peneliti sendiri.
4.      Tahap mengumpulkan dan menafsirkan data
Konsekuensi-konsekuensi hipotesis penelitian yang dicapai melalui deduksi harus diuji terlebih dahulu. Oleh karena itu, tahap ini memerlukan pengumpulan data. Berbeda dari anggapan umum, tahap ini biasanya tidak memerlukan waktu yang lebih singkat daripada tahap-tahap perencanaan sebelumnya. Sesudah dikumpulkan, selanjutnya data (informasi) yang telah dikumpulkan itu harus dianalisis, biasanya dengan menggunakan statistik. Setelah itu, peneliti melakukan penafsiran yang tepat terhadap hasil penelitian yang diperoleh.
5.      Tahap melaporkan hasil penelitian
Agar dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi pengembangan pengetahuan, hasil penelitian itu harus dikomunikasikan ke kalangan akademisi. Untuk itu, peneliti harus berusaha agar prosedur, hasil, dan kesimpulan penelitiannya disajikan dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh orang lain, yang mungkin berminat terhadap masalah tersebut. Biasanya diperlukan suatu penyajian yang jelas dan ringkas tentang langkah-langkah yang telah ditempuh dalam penelitian itu.


                                                                                  III.      PROSEDUR PENYUSUNAN USULAN PENELITIAN

3.1         Memilih Judul
Dalam memilih dan menetapkan judul suatu penelitian, Mardalis (1999) dalam Santosa (2007) menyarankan tentang hal yang harus diperhatikan, sebagai berikut :
a.       Judul sebaiknya yang menarik minat penelitian
b.      Judul yang dipilih mampu untuk dilaksanakan peneliti
c.       Judul hendaknya mengandung kegunaan praktis dan penting untuk diteliti
d.      Judul yang dipilih hendaknya cukup data tersedia
e.       Hindari terjadinya duplikasi judul dengan judul lain
Judul penelitian harus singkat (usahakan tidak lebih dari 16 kata), tetapi harus jelas, dan sebaiknya menggambarkan tema yang akan diteliti. Usahakan membuat judul yang mudah diterjemahkan kedalam bahasa inggris. Judul sebainya tidak merupakan kalimat pertanyaan, tetapi pernyataan. Judul tersebut harus tepat, logis, dan cermat, bersifat indikatif dan informatif.

3.2        Pendahuluan
3.2.1   Latar Belakang
Penelitian dilakukan untuk menjawab permasalahan. Dengan demikian latar belakang penelitian merupakan penentu apakah suatu penelitian layak dikerjakan atau tidak. Dari latar belakang penelitian akan terlihat pentingnya suatu penelitian untuk dilaksanakan. Latar belakang harus ditampilkan secara kuat, maka perlu dukungan data dan fakta sebagai alasan, dengan mengurangi argumentasi pribadi sedikit mungkin (Santosa, 2007).
Permasalahan dalam penelitian adalah suatu pertanyaan ilmiah yang belum ada jawabannya, baik dalam buku teks maupun jurnal-jurnal penelitian. Dengan adanya pertanyaan tersebut, terasa masih ada yang belum lengkap, atau ada celah yang belum terisi, atau ada kekosongan pengetahuan pada ilmu yang bersangkutan.
Pada latar belakang ada penjelasan tentang mengapa perlu dilakukan penelitian mengenai topik tertentu. Jika dilakukan penelitian lebih lanjut dari peneliti terdahulu, perlu dijelaskan tentang apa upaya yang telah dilakukan peneliti terdahulu untuk pemecahan masalah tersebut dan apa kelemahannya, kemudian kemukakan keunggulan atau kelebihan dari teknologi atau rekomendasi yang akan dihasilkan melalui penelitian yang akan dilaksanakan.
Menurut Nazir (2005), perumusan masalah merupakan hulu dari penelitian, dan merupakan langkah yang penting dan pekerjaan yang sulit dalam penelitian ilmiah. Tujuan dari pemilihan dan perumusan masalah adalah untuk :
1.      Mencari sesuatu dalam rangka pemuasan akademis seseorang
2.      Memuaskan perhatian serta keingintahuan seseorang akan hal-hal baru
3.      Meletakkan dasar untuk memecahkan beberapa penemuan penelitian sebelumnya ataupun dasar untuk penelitian selanjutnya
4.      Memenuhi keinginan sosial
5.      Menyediakan sesuatu yang bermanfaat
Ciri-ciri masalah yang baik adalah :
1.      Masalah yang diteliti harus mempunyai nilai penelitian
Masalah harus mempunyai isi yang mempunyai nilai penelitian, yaitu mempunyai kegunaan tertentu serta dapat digunakan untuk suatu keperluan. Masalah akan mempunyai nilai penelitian dengan memperhatikan :
a.       Masalah harus mempunyai keaslian
b.      Masalah merupakan hal yang penting
c.       Masalah harus dapat diuji
2.      Masalah yang diteliti harus mempunyai fisibilitas, yaitu masalah dapat dipecahkan.
a.       Data serta metode untuk memecahkan masalah harus tersedia
b.      Biaya untuk memcahkan masalah, secara relative harus dalam batas-batas kemampuan
c.       Waktu untuk memcahkan masalah harus wajar
d.      Tidak bertentangan dengan hokum dan adat
3.      Masalah yang diteliti harus sesuai dengan kualifikasi si peneliti
a.       Menarik bagi si peneliti
b.      Cocok dengan kualifikasi ilmiah si peneliti
Sumber untuk memperoleh masalah :
1.      Pengamatan terhadap kegiatan manusia
2.      Bacaan
3.      Analisis bidang pengtahuan
4.      Ulangan serta perluasan penelitian
5.      Cabang studi yang sedang dikerjakan
6.      Pengalaman dan catatan pribadi
7.      Praktik serta keinginan masyarakat
8.      Bidang spesialisasi
9.      Pelajaran atau mata ajaran yang sedang diikuti
10.  Pengamatan terhadap alam sekeliling
11.  Diskusi-diskusi ilmiah

3.2.2     Perumusan Masalah
Perumusan masalah memberikan gambaran tentang aspek dari topik yang menjadi fokus penelitian, dan gambaran tentang kecendrungan yang terjadi dalam aspek tersebut. Dari kecenderungan-kecenderungan tersebut diidentifikasi keterbatasan pemahaman yang ada, pertentangan dengan teori, atau dengan harapan-harapan yang berlaku umum dari suatu perkembangan, maka permasalahan penelitian dapat dirumuskan dengan spesifik dan jelas. Rumusan masalah bersifat operasional dan akan menjadi acuan dalam membuat tujuan penelitian, serta menjadi rujukan dalam mengembangkan studi kepustakaan, metode pengumpulan data, dan istrumen-instrumen, atau bahan dan alat yang akan digunakan dalam penenlitian (Program Pascasarjana Universitas Andalas, 1997).

3.2.3     Tujuan Penelitian
Jika rumusan masalah merupakan titik awal, maka tujuan penelitian merupakan batas akhir dari sebuah penelitian. Artinya, tujuan ini menspesifikasikan dengan jelas apa yang ingin dicapai dengan penelitian tersebut. Tujuan utama penelitian adalah menemukan jawaban dari permasalahan penelitian. Penelitian dapat bertujuan untuk menemukan, mendapatkan, memperoleh, menentukan, menetapkan atau membuktikan sesuatu yang dicari dalam penelitian. Tercapai tidaknya tujuan penelitian akan terlihat pada kesimpulan, dengan kata lain tujuan adalah acuan untuk membuat kesimpulan penelitian (Program Pascasarjana Universitas Andalas, 1997).

3.2.4  Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah jawaban sementara yang ingin dicapai oleh tujuan penelitian yang belum tentu benar sehingga hipotesis dapat saja ditolak atau diterima berdasarkan hasil penelitian. Hipotesis penelitian berguna untuk membimbing kita dalam mencapai tujuan penelitian, agar tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan. Akan tetapi, data dan pencapaian tujuan tidak boleh dipengaruhi oleh hipotesis (Program Pascasarjana Universitas Andalas, 1997).
3.2.5  Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian dapat berupa kontribusi dalam meningkatkan pemahaman terhadap topik penelitian tersebut khususnya, dan dalam pengembangan ilmu pengetahuan secara keseluruhan, serta juga menjelaskan manfaat penelitan bagi tujuan-tujuan pembangunan. Manfaat penelitian dapat berupa masukan untuk pengembangan ilmu pengetahuan, dan dapat berupa saran teknologi atau rekomendasi untuk pemecahan masalah pembangunan (Program Pascasarjana Universitas Andalas, 1997).

3.3     Tinjauan Pustaka

3.3.1  Isi dan Pentingnya Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka mempunyai beberapa fungsi yaitu :
1.      Membuat tinjauan terhadap perkembangan mutakhir pengetahuan dan pemikiran dalam topik yang akan diteliti dan mengidentifikasi kekosongan pengetahuan yang ada (apa yang sudah diketahui dan apa yang belum diketahui)
2.      Menjadi dasar dalam perumusan hipotesis penelitian
3.      Menjadi landasan dalam menginterpretasikan data empiris penelitian
Tinjauan pustaka pada proposal penelitian akan berisi tinjauan terhadap konsep teori yang relevan, kebijaksanaan pengembangan dan pembangunan yang dikembangkan atas prinsip teori yang ada, dan hasil-hasil penelitian terdahulu dalam topik yang sama. Rujukan pustaka penting untuk mengetahui hubungan antara maslah penelitian yang akan diteliti dengan penelitian sebelumnya, terutama dalam institusi sendiri. Hal yang paling penting untuk melihat kekosongan sampai dimana orang lain telah melakukan penelitian, supaya jangan terjadi replikasi percuma (Program Pascasarjana Universitas Andalas, 1997).

3.3.2 Cara pengutipan pustaka
Program Pascasarjana Universitas Andalas (1997), memberikan petunjuk cara pengutipan pustaka.  Sistem penunjukan pustaka yang dipakai adalah sistem nama penulis yang diikuti dengan tahun didalam kurung. Cara pengutipan pustaka ada bermacam-macam, misalnya :
a.       Menurut Ahmad (1981), ………………….
b.      Yusuf (1987) menyatakan ………………..
c.       Sumber pustaka juga boleh dikurung dibelakang pernyataan
Aturan pengutipan pustaka :
  1. Penulisan nama penulis dalam teks secara umum adalah satu nama belakang saja, misalnya Ahmad Baiquni ditulis Baiquni.
  2. Untuk penulis 2 orang, dalam teks perlu ditulis keduany, misalnya Tisdale dan Nelson.
  3. Untuk penulis yang lebih dari 2 orang, hanya dikutip nama pertama saja ditulis lengkap semua, sedangkan pada pemunculan berikut cukup penulis pertama saja, tetapi diiringi et al miring atau digaris bawah. Misalnya Rauf, Usman, Djamaludin, Saenong, dan Subandi untuk pemunculan pertama ditulis semua, tetapi pada pemunculan berikutnya ditulis Rauf et al atau Rauf et al

3.4 Bahan dan Metode
  1. Waktu dan Tempat Penelitian
Menjelaskan tentang waktu dan tempat, kapan dan dimana penelitian dilakukan.
  1. Bahan dan alat
Bahan dan alat yang digunakan dicantumkan dengan jelas, misalnya penggunaan inkubator. Jelaskan tipenya apa. Bahan yang digunakan juga dicantumkan dengan jelas, misalnya bahan kimia. Tuliskan nama kimianya bukan nama dagangnya saja, seperti insektisida azodrin (dimethyl-Methyl-3(methyl amino)-3oxo-l-propenyl phosphate)
  1. Metode atau rancangan
Sebutkan metode yang digunakan dan cantumkan alasan kenapa metode atau rancangan tersebut yang digunakan.
  1. Pengamatan dan pengumpulan data
Data yang dikumpulkan harus relevan dengan tujuan penelitian
  1. Jadwal penelitian (rancangan kegiatan)
  2. Perkiraan dana penelitian

3.5 Daftar Pustaka
Bahan bacaan yang diambil sebagai bahan rujukan harus dicantumkan dengan jelas. Hal ini berguna untuk meyakinkan orang lain tentang orisinilitas karya kita disamping membantu orang lain yang membaca tulisan kita. Seandainya orang lain tertarik, maka dengan mudah mereka akan merujuk ke bahan bacaan yang kita gunakan.
3.6 Lampiran
Lampiran biasanya digunakan untuk menampilkan informasi yang agak panjang dan agak mengganggu uraian bila ditempatkan dalam teks. Lampiran yang umum memuat peta, gambar, tabel, analisis data, metode analisis kimia dll. Penyajian lampiran diurut berdasarkan urutan pemunculannya dalam teks. Lampiran juga dibuatkan daftar dan disusun berdasarkan nomor urut yang ditempatkan setelah daftar gambar



                                                                                      IV.       ATURAN PENULISAN

4.1      Aturan Penulisan Tabel dan Gambar
Umumnya laporan ilmiah berisi tabel dan gambar yang digunakan dalam memaparkan data. Nomor tabel atau gambar ditulis dengan huruf biasa (jangan huruf Romawi). Penomoran tabel atau gambar menurut bab ataupun tanpa menurut bab, tetapi menurut urutan dari 1 sampai selesai. Judul dari tabel atau gambar harus cukup padat dan dapat memberikan keterangan tentang data yang tercantum dalam tabel atau gambar.

Aturan penulisan tabel, antara lain :
a.       Nomor tabel yang diikuti dengan judul ditempatkan simetris diatas tabel, tanpa diakhiri dengan titik
b.      Tabel tidak boleh dipenggal, kecuali kalau memang panjang, sehingga tidak memungkinkan diketik dalam satu halaman. Pada halaman lanjutan tabel, dicantumkan nomor tabel dan kata lanjutan, tanpa judul
c.       Kolom-kolom diberi nama dan dijaga agar pemisahan antara yang satu dengan lainnya cukup tegas
d.      Kalau tabel lebih lebar dari ukuran lebar kertas, sehingga harus dibuat memanjang kertas, maka bagian atas tabel harus diletakkan disebelah kiri kertas
e.       Tabel yang lebih dari 2 halaman atau yang harus dilipat, ditempatkan pada lampiran
Contoh :
TABEL 12. Rata-rata Biaya Produksi Per Hektar dari Tanaman Padi, 1990-2010

TABEL 6.4
Jumlah Kalori yang Dikonsumsi Menurut Tingkat Usia


Aturan penulisan gambar, antara lain :
a.       Bagan, grafik, peta, dan foto semuanya disebut gambar (tidak dibedakan)
b.      Nomor gambar yang diikuti dengan judulnya diletakkan simetris dibawah gambar, tanpa diakhiri dengan titik
c.       Gambar tidak boleh dipenggal
d.      Keterangan gambar dituliskan pada tempat-tempat yang lowong didalam gambar dan jangan pada halaman lain
4.2     Aturan Membuat Daftar Rujukan
Jenis bacaan yang dimasukkan dalam bibliografi atau daftar rujukan, dapat dibagi atas 19 jenis (Nazir, 2005) :
1.      Artikel dalam ensiklopedi
2.      Buku
3.      Bulletin
4.      Catalog
5.      Bab di dalam buku, bulletin, monograf atau Year Book (buku tahunan)
6.      Circular atau leaflet
7.      Essei, cerita pendek, sajak, dan sebagainya
8.      Film
9.      Filmstrip
10.  Artikel dalam majalah
11.  Monograf
12.  Artikel surat kabar
13.  Halaman dalam sebuah buku
14.  Pamphlet
15.  Proceedings dari kongerensi ilmiah
16.  Kaset dan piringan hitam
17.  Laporan
18.  Thesis, skripsi, dan disertasi
19.  Year Book (Buku Tahunan)

Bibliografi atau daftar rujukan yang disusun harus jelas dan dapat dicari dengan mudah oleh peneliti-peneliti lain jika peneliti tersebut ingin membaca keseluruhan isinya. Karena itu, daftar bacaan tersebut harus berisi hal-hal berikut :
-          Nama atau nama-nama pengarang buku, artikel, leaflet, monograf, dan lain-lain
-          Tahun penerbitan terakhir
-          Judul, baik dari buku, monograf, artikel yang digunakan, dan sebagainya
-          Edisi terakhir
-          Volume atau nomor dari majalah, bulletin, dan sebagainya
-          Halaman yang dikutip ataupun jumlah halaman dari artikel atau buku

Contoh :
1.      Artikel dalam ensiklopedia
Coumbe, C.W. 1854. Unemployment, The Encyclopedia Americana. Vol. 27. New York: American Corporation, pp. 227-228.

2.      Buku
Hasibuan, N. 1982. Pengantar Ekonomitrika. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi Univ. Gajah Mada.

3.      Buletin
Beath, O.A., H. F. Eppson and C.S. Gilbert. 1935. Selenium and Other Toxic Minerals in Soils and Vegetation. Wyoming Agric. Exper. Sta. Bull. No. 206, 1935, pp. 1 – 55. 

4.      Catalog
California Test Bureau. 1945. Catalogue. California: California Test Bureau.

5.      Bab dalam buku, year book, atau buku kumpulan karangan
Jersild, A.T. 1954. Aspects of Living and Learning in Infancy. Child Psychology, chapter IV. 4th ed.; New York: Prentice Hall, Inc., 1954, pp. 69 – 77. 

6.      Circular atau leaflet
Flemming, W.E. 1950. Protection of Turf from Damage by Japanese Beetle Grubs. U.S. Department of Agric. Leaflet No. 290, 1950, pp. 1 – 8.

7.      Essei, cerita pendek, sajak, dan sebagainya
Galsworthy, J. 1937. Quality, in A.C. Cooper and D. Fallin (Compiler), Essays, Then and Now. Boston: Ginn and Company, 1937, pp 19 – 22.

8.      Film
Encyclopedia Britanica Films, Inc. 1954. Painting Trees with Elliot O’Hara: sound film, 16 mm. Wilmette, Illinois, 1954.

9.      Filmstrip
Society for Visual Education, Inc. 1954. Home Economists and Dietitians; black and white, 48 frames. Chicago, Illinois, 1954.

10.  Artikel dalam majalah ilmiah
Alonso, W. 1979. Ketidakseimbangan Kota dan Daerah dalam Perkembangan Ekonomi. Ekon. dan Keu. Indon. Vol 27, September 1979, hlm 331 – 348. 



11.  Monograf
Center, C.S. and G.L. Persona. 1937. Teaching High School Students to Read: A Study of Retardation in Reading. National Council of Teachers of English Monograph No. 6. New York: D. Appleton-Century Co., 1940, pp. 1 – 88.

12.  Artikel dalam surat kabar
Yayasan Bentara Rakyat. Harian Kompas No. 279, Tahun 18, 14 April 1983, hlm. 1, kol. 4.

13.  Halaman dari sebuah buku
Pasaribu, A. 1967. Pengantar Statistik. Medan: Percetakan Imballo hlm. 57 – 59.

14.  Pamphlet
New York State Departement of Education. 1943. Exploring the Environment. Pamphlet No. 3. Albany, New York, pp. 1 – 11.

15.  Prosiding konferensi ilmiah
Hasan, I dan M. Nazir. 1981. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penjualan Hasil Padi (Marketed Supply) oleh Petani pada Enam Kabupaten di Jawa: Suatu Pembahasan. Proceedings Seminar tentang Marketed Supply Komoditi Padi dan Beras. Bogor: Lembaga Penelitian ITB, 1981 halm. II. 1 – II. 18.

16.  Tesis, skripsi, dan disertasi
Montgomery, R.D. 1974. The Link between Trade and Labor Absorption in Rural Java: An Input Output Study of Yogyakarta. (Unpublished Ph.D. Dissertation, Cornell Univ., 1974).